Mempersiapkan Lingkungan Kerja Ramah Penyandang Disabilitas

Masih banyak sekali bentuk-bentuk diskriminasi kepada para kelompok-kelompok minoritas, termasuk para kompasiana. Tidak tersedianya kesempatan kerja yang memadai juga termasuk bentuk diskriminasi kepada hak mereka untuk mendapatkan hidup yang layak dengan cara bekerja. Sehingga, sudah menjadi tanggungjawab mutlak bagi para penyedia lapangan kerja untuk sebaiknya memberikan kesempatan khusus kepada para kelompok-kelompok minoritas tersebut. Misalnya, perusahaan dapat membuka perekrutan pegawai melalui dua jalur, yakni jalur regular dan jalur khusus untuk para difabel. Langkah seperti inilah yang sangat dibutuhkan bagi para penyandang disabilitas.

Namun sebelum itu, sebaiknya perusahaan telah mempertimbangkan apa saja yang harus dipersiapkan. Jangan sampai ketika para penyandang disabilitas tersebut telah diangkat menjadi pegawai tetapi justru sarana dan prasarana di lingkungan perusahaan masih belum ramah. Selain itu, budaya inklusi juga perlu dibangun oleh seluruh sumber daya manusia dalam suatu perusahaan. Dengan kata lain, menciptakan lingkungan kerja inklusif memerlukan sebuah perencanaan yang matang.

Menyediakan aksebilitas juga termasuk memastikan setiap pegawai yang menggunakan tongkat atau kursi roda dapat menggunakan tangga dan lobi dengan nyaman. Desain yang inklusif dapat juga berarti bahwa para pegawai penyandang disabilitas dapat menggunakan website dan peralatan digital. Misalnya, perusahaan Accenture telah mendapatkan beragam penghargaaan atas budaya dan lingkungan kerja yang inklusif termasuk diantaranya pelatihan keterampilan kerja, desain perangkat lunak yang mudah diakses, dan solusi-solusi berbasis artificial intelligence.

Memprioritaskan aksebilitas dan akomodasi sangatlah penting untuk mencapai tujuan-tujuan inklusi. Dewan Penasehat Disabilitas GM merupakan tim yang memiliki fungsi yang banyak namun fokus pada peningkatan inklusifitas dari para pegawai penyandang disabilitas. Dewan tersebut telah berhasil membuat kampanye-kampanye inklusi, mengingkatkan proses permintaan akomodasi, dan menghasilkan perekrutan sumber daya manusia yang lebih baik. Organisasi-organisasi yang secara hati-hati menguji dan meningkatkan aspek-aspek dalam membangun budaya dan lingkungan kerja inklusi cenderung akan mampu mencapai tujuannya. Bagaimanapun juga membangun sebuah tempat kerja yang lebih beragam memberikan beberapa manfaat termasuk peningkatan produktivitas, penurunan keluar-masuk pegawai, dan menciptakan citra baik bagi perusahaan.

Share This